Obat Campak Tradisional

Obat Campak TradisionalPenyakit campak mudah menular dan sering menyerang anak-anak, terutama dengan kondisi kurang gizi. Namun, setelah ditemukannya vaksin campak, penyakit ini menjadi jarang dijumpai. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui udara.

 Obat Campak Tradisional

Obat Campak Tradisional

Penyakit Campak

Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang memasuki tubuh melalui saluran pernapasan bagian atas

Gejala dan Tanda-Tanda

  1. Tanda awalnya, yaitu demam dan menggigil, pilek, mata merah dan berair, bersin-bersin dan batuk, serta perasan lemah dan lelah.
  2. Setelah 3 hari, ruam-ruam besar berwarna merah terlihat di kulit muka, leher, dan selaput lendir mulut. Ruam ini menyebabkan rasa gatal.
  3. Mata sensitif terhadap sinar. Dalam keadaan parah, suhu badan naik sampai 40 derajat Celcius atau lebih.

Pencegahan dan Perawatan Penyakit Campak

  1. Berikan vaksinasi anticampak sewaktu bayi berumur sekitar 9 bulan (cukup 1 kali)
  2. Tempatkan anak penderita campak dalam kamar yang terpisah selama masa penularan
  3. Selama suhu badan masih panas, anak tidak perlu dimandikan. Bersihkan dengan handuk yang dibasahi air hangat.

Penularan penyakit campak sendiri terjadi berdasarkan beberapa stadium kejadian :

  1. Stadium kataral (prodormal)
    Pada stadium ini biasanya berlangsung selama 4-5 hari dan ditandai dengan gejala demam, malaise, mengalami batuk, fotopobia, konjungtivis, dan juga koriza. Dan menjelang di akhir dari stadium ini dan terjadi 24 jam atau sehari sebelum munculnya eksantema atau bercak koplik. Bercak koplik yang ditandai dengan warna putih kelabu, dan sebesar ujung jarum yang muncul pertama kalinya pada mukosa bukal yang bisa menghadap ke arah gigi molar dan menjelang sekitar hari ke-3 atau hari ke 4 setelah masa prodormal ini mengalami perluasan dan penyebaran sampai menuju ke arah mukosa mulut. Dan secara klinis, gambaran yang terjadi dan muncul mirip seperti penyakit flu dan sering dianggap sebagai penyakit flu.
  2. Stadium Erupsi
    Pada stadium ini biasanya terjadi paling tidak selama 4-7 hari. Selain itu, gejala yang muncul biasanya adalah gejala seperti koriza atau gejala batuk-batuk yang semakin bertambah. Munculnya eksanterna pada palatum durum dan juga dibagian palatum mole. Kadang juga akan terlihat bercak koplik. Dan biasanya terjadinya ruam ini yang membentuk seperti makula atau papula yang isertai dengan suhu badan yang naik. Awalnya eritema ini muncul pada bagian belakang telinga, dan dibagian atas tengkuk, sepanjang bagian rambut dan uga bagian dari belakang bawah. Kadang juga akan terjadi suatu bentuk pendarahan ringan yang muncul di kulit. Rasa gatal, dan mengalami pembengkakan pada wajah. Kemudian ruam ini akan mengalami penyebaran ke dada dan juga ke bagian abdomen dan pada akhirnya mencapai ke anggota bagian bawah di hari ketiga setelah proses penyakit campak berlangsung dan kemudian akan menghilang dengan urutan dari terjadinya kejadian yang akan berakhir paling tidak selama 2-3 hari.
  3. Stadium konvalesensi
    Pada stadium erupsi yang berkurang biasanya akan meninggalkan suatu bekas dengan warna yang lebih tua seperti terjadinya hiperpigmentasi yang kemudian lama kelamaan akan menghilang dengan sendirinya. Dan selain dari terjadinya hiperpigmentasi untuk anak Indonesia yang kebanyakan ditemukan juga kulit yang bersisi. Dan selanjutnya suhu akan mengalami penurunan sampai mencapai batas normal terkecuali jika memang ada suatu komplikasi.

Penularan pada penyakit campak baisanya diawali dengan penyebaran secara droplet, kontak langsung dan juga bisa terjadi lewat sekret hidung atau juga luwat tenggorokan dari orang yang mengalami infeksi. Masa dari penularan terjadi biasanya dimulai dari hari pertama sebelum kemudian munculnya gejala prodormal yang biasanya terjadi sekitar selama 4 hari sebelum kemudian munculnya ruam, minimal terjadi pada hari kedua setelah munculnya ruam tadi.

Penyakit campak sendiri adalah salah satu jenis penyakit campak yang bisa terjadi sangat menular dan akan menginfeksi anak-anak yang berusia dibawah 15 bulan. Anak dengan usia sekolah atau juga remaja dan kadang juga menyerang orang dewasa. Penyakit campak endemis pada masyarakat metropolitan dan biasanya bisa mencapai pada proporsi untuk berubah menjadi epidemi setiap 2-4 tahun sekali disaat terjadi 30-40% anak yang riskan mengalaminya atau juga belum pernah mendapatkan vaksinasi. Untuk kelompok serta masyarakat yang lebih kecil, epidemi biasanya cenderung lebih meluas dan juga kasusnya lebih berat. Dan pada setiap orang yang sudah terkena penyakit campak biasanya akan mempunyai sistem imunitas selama seumur hidup mereka.

Obat Campak Tradisional

1. Obat Campak Tradisional Pertama

Bahan-Bahan :

– 100 gram pegagan segar
– 10 kuntum bungan mawar

Cara Pemakaian :

– Semua bahan dicuci bersih
– Lalu rebus dengan 800cc air hingga tersisa 450cc
– Kemudian di saring dan minum
– Setiap kali minum 150cc
– Lakukan 3 kali sehari

2. Obat Campak Tradisional Kedua

Bahan-Bahan :

– 20 gram kunyit
– 10 gram sambiloto segar
– 30 gram akar alang-alang segar
– 15 gram temu giring
– 2 sendok teh madu

Cara Pemakaian :

– Kunyit di kupas, kemudian dicuci bersama bahan yang lain
– Lalu rebus dengan 60c air
– Biarkan hingga mendidih dan tersisa setengahnya
– Saring dan tambahkan madu
– Aduk sampai semua bahan tercampur rata
– Minum 150cc 2 kali sehari

 Obat Campak Tradisional


=====================================

>>> Obat Campak Membantu Mengobati Penyakit Campak, Membunuh Virus Penyakit dan Menguatkan sistem Kekebalan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Campak and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>